Monday, 7 November 2011

Wow, blog ini terlupakan, hahaha maafkan aku. Ternyata menjadi seorang mahasiswa arsitektur tak selonggar mahasiswa lain untuk masalah waktu. Tugas-tugas tak biasa, memakan waktu dan perasaan, hahaha. Akhirnya setelah sebulan lebih tak menulis, ku bisa menulis lagi di sini.

Bingung mau nulis apa, karena sudah banyak hal yang kulewati sebulan ini. Kemajuan menggambarku sangat drastis berkat tugas-tugas dari Pak Wawan. Selain itu, kemampuan desain dan kepekaan terhadap sekitar juga terasah lewat perancangan arsitektur. Sumpah, kuliah di arsitektur ITS ini sangat menyenangkan!

TUGAS BESAR.
Ya, tugas besar akan turun minggu depan. Waktu penyelesaian: delapan minggu. Tugas besar adalah tugas yang besar, hahaha deskripsi yang aneh. Hmm gini, kalau di jurusan lain ada UAS (ujian akhir semester), maka di jurusanku tidak ada yang namanya UAS, adanya ya tugas besar ini, sebagai pengganti nilai UAS. Tugas besar ini intinya gambarnya banyak. Nggak cuma satu. Kalau tugas mingguan cuma satu gambar, maka tugas besar ini adalah menggambar semua yang sudah diajarkan oleh dosen. Site plan, lay out plan, gambar tampak, perspektif, dll (kalau ada waktu akan kujelaskan perihal semua itu). Hmm, besar sekali!
Ya Allah, berilah aku kekuatan. Semoga aku bisa menjalani dengan baik...

TUGAS BESAR, AKU SIAP!!!

Wednesday, 28 September 2011

Pensl Warna oh pensil warna

Banyak sekali orang hebat di tempat ini. Bahkan yang super pendiam pun ternyata punya skill gambar yang sangat WOW. Hari ini aku ingin belajar menggunakan pensil warna karena kemarin percobaan pensilku cacat abis hehehe...

Tapi tadi pagi aku sudah diajari berbagai hal tentang pensil warna oleh temanku, Cahyaningrum. Dia anaknya pendiam tapi hebat banget kalo udah pegang pensil warna. Kata dia, kalau ngarsir harus searah... tapi nggak juga se. Huahaha. Dia bilang gitu soalnya waktu itu dosennya bilang gitu, tapi kata dia, ikuti perasaanmu aja, kalo misalnya kamu pengen ngarsir tebal ya tebal, tipis ya tipis, tapi baiknya sih searah biar kesanya nggak karu-karuan. Hohoho

Lalu, aku pindah ke meja asistensi Pak Salatoen. Beliau sedang mengajari anak asistensinya cara menggunakan pensil warna. Wah kebetulan sekali, akhirnya aku ikut nimbrng meskipun bukan anak asistensinya huaahhaha.
Kata beliau, untuk membuat unsur menyatu di tiap bagian gambar, caranya gampang. Misalnya cara mewarnai pilar dan atap, gimana caranya biar keliatannya nyatu? Caranya ya masukkan saja salah satu komposisi warna pilar pada atap, atau sebaliknya. Jangan tebal-tebal, pokoknya cukup ada saja.

Setelah seesai kuliah, aku ngobrol dengan temaku, salah satu orang hebat juga, Ganis. Kutanya dia mulai nggambar sejak kapan, dia bilang: sejak SMA. Aku kaget sebenarnya karena dia sudah sangat hebat hohoho. Tiba-tiba dia memberiku satu pesan yang dikatakannya seperti candaan, sambil ketawa-ketawa, tapi entah mengapa sangat mengena di aku...

quote of the day:
kon pengen cepet pinter nggambar? NIATO! hahahaha

Friday, 23 September 2011

Detail Arsitektur (arsir garis)

Tak semudah itu ternyata

Gilaaa....susah banget ternyata ngupdate masalah kuliah. Satu minggu kemarin benar-benar habis untuk tugas yang tiada henti, tak ada waktu sedikit pun untuk menyentuh blog...hosss.
Diawali dengan tugas KomArs menggambar kampus, lalu tugas PA menggubah rupa, lalu tugas Kom.Ars kedua: menggambar mall, lalu tugas PA lagi: menggambar tiga detail arsitektur dengan tiga teknik arsir berbeda. Belum lagi PR Mat.Ars yang mbulet...

Untungnya, bagiku tugas-tugas itu sangat menyenangkan! Berkeliling Surabaya untuk mencari objek gambar, foto sana sini, lalu duduk bersila di depan mall sambil menggoreskan pensil di kertas gambar, wuuuaaah senangnya.

Yasudahlah mau ngerjain tugas lagi. Hari ini tak ada kuliah, hanya asistensi dan dosen pembimbingku sampai kini masih belum ada, masih di Medan, ckckck. Cepat pulang Paaaaak hehehe.

Monday, 12 September 2011

Seceria Anak TK

Jika ada anak SMA yang ingin merasakan kembali rasanya jadi anak TK, arsitektur tempatnya. Hehehe hanya bercanda, tapi nggak juga sih. Hari ini di matkul komunikasi arsitektur, semuanya seperti baru belajar menulis dari 0. Tapi bukan menulis angka atau huruf, melainkan "menulis" garis. Ya, garis.

Ada apa dengan garis? Tidak ada apa-apa. Hanya saja hari ini kita dilatih untuk menggambar garis dengan Free Hand, tanpa penggaris. Jadi di sinilah ajang pembuktian lurus tidaknya tangan kita (dalam membuat garis). Menarik garis dari segala sisi, mulai dari atas ke bawah, bawah ke atas, kiri ke kanan, kanan ke kiri, banyak lah! Guess what? Susahnya minta ampuuuun, mungkin karena selama ini kita telah dibuai oleh lurusnya penggaris. Hidup penemu penggaris! hahaha.
Ada juga perintah membuat lengkungan-lengkungan serta kombinasi semua garis vertikal-horizontal-diagonal yang membentuk bidang perspektif.

Selain belajar menggaris lurus, kata Pak Wawan, lewat latihan ini kita juga belajar memprediksi panjang garis. Pada akhirnya, kita bisa memprediksi berapa panjang, lebar, dan tinggi sebuah bangunan tanpa menggunakan penggaris.

Di samping itu, melalui garis-garis yang kita buat, bisa terlihat karakter kita. Jadi sebisa mungkin kita harus jujur dalam membuat semua latihan dan tugas di komunikasi arsitektur ini.

quote of the day:
Kalau di semester satu aja udah nggak jujur, gimana kalau udah jadi arsitek?
~Pak Wawan~